Tahukah Anda??? Rayap adalah Arsitek yang Luar Biasa.....





Keagungan Allah di balik segalanya…..

“ Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling dari padanya.” QS. Yusuf : 105

Hay sobat…..  Semua sudah pada ngerti Rayap kan??? Namun tahukah antum di balik tubuhnya yang kecil, rayap adalah arsitek yang ulung. Nah Info Blog ChaCha kali ini akan mwmbahas tentang rumah rayapKadang kita terlalu kagum dengan karya arsitektur ciptaaan manusia yang hebat (gedung tinggi, menara pencakar langit, hotel, dst.), namun kita tidak menyadari keagungan ciptaan Allah SWT di alm ini.
              
           Reputasi rayap sebagai arsitek ulung di alam ini sudah tidak diragukan lagi. Hewan kecil ini dapat membangun sebuah menara setinggi 6 meter sebagai sarangnya. Namun, pertanyaannya bagaimana bisa hewan sekecil itu dapat membangun menara setinggi itu? Padahal notabenya rayap adalah hewan “ BUTA”. hal tersebut bukanlah hal yang mustahil bagi Allah. Bahan pembangun sarang rayap adalah “ adonan” keras yang dicampur dengan air liurnya. Yang paling hebat adalah pengaturan suhu di dalam sarang rayap. Bagaimana koloni rayap dapat mempertahankan suhu yang stabil agar dapat bertahan hidup di tengah-tengah gurun pasir yang sangat panas. Ternyata rayap punya system sirkulasi yang sangat kompleks. Dinding sarang yang tebal melindungi rayap dari panas matahari yang menyengat. Pada dinding bagain dalam terdapat terowongan yang berfungsi sebagai keluar masuknya udara, sedangkan pori-pori yang terdapat pada dinding bagian luar berfungsi sebagai penyaring udara  yang masuk. Sebagai pengatur kelembaban udara, rayap membangun sebuah saluran irigasi air sedalam  40 meter agar uap air dari sungai bawah tanah dapat menguap dan melembabkan sarang. Koloni dalam rayap sendiri membutuhkan sedikitnya 1500L oksigen tiap harinya.
Rumah Raksasa Rayap
Pengaturan suhu sama halnya dengan pengaturan  kelembapan, dilakukan secara seksama. Udara luar melewati terowongan kecil yang ada di permukaan, lalu masuk ke ruangan pelembap kemudian naik ke permukaan lagi. Pada saat naik ke permukaan udara menghangat akibat panas dari yang dikeluarkan oleh serangga. Pengaturan suhu udara ini kiranya menggunakan hukum fisika sederhana.

Namun, yang menjadi pertanyaan bagaimana mahluk yang punya otak lebih kecil dari sebuah kerikil dan buta dapat membangun sarang yang luar biasa hebat ini??? Karya rayap ini adalah hasil kerja kolektif koloni rayap. Anggapan bahwa “ Rayap menggali terowongan secara terpisah, yang secara kebetulan sesuai” benar-benar salah. Namun, jika kita lihat arsitek jika hendak membangun gedung, maka ia akan menggambar desain dari bangunan tersebut dahulu, lalu perencanaan bangunan itu akan diatur saat berada di lapangan. Terus…. Bagaimana dengan  rayap yang buta dan tidak dapat berkomunikasi satu sama lain? Sebuah penelitian menjawab pertanyaan ini. Pada percobaan ini, pertama-tama sarang rayap dibagi atas dua bagian. Selama pembangunan rayap dijaga agar tidak dapat saling berhubungan. 
Rumah rayap
Hasilnya sangat mengejutkan. Pada akhir percobaan, yang trejadi bukanlah sarang yang terpisah menjadi dua bagian, namun dua bagain dari satu sarang. Ketika dua bagian sarang itu di gabungkan kembali, ternyata terowongan dari sarang tersebut tersambung dengan baik. Apa penjelasan dari fenomena tersebut? Pertama, tidak semua rayap memiliki informasi yang lengkap dalam membangun sarangnya. Rayap hanya punya informasi dari bagian sarang  yang dibangunnya saja. Dari penelitian tersebut terbuktilah ada pengtahuan tingkat tinggi yang dapat mengatur hal tersebut. Allah-lah dibalik semua itu. Seperti telah dijelaskan dalam Al Qur’an bahwa produksi madu adalh hal yang “diilhamkan” kepada lebah. Maka hal tersebut juga berlaku terhadap rayap dan hewan lainnya.
           Segala kemampuan itu telah diajarkan sejak lahir. Jika kita melihat arsitek yang dapat membangun menara yang tinggi, maka hal itu didapat setelah ia menempuh  pendidikan di sekolah arsitek selama bertahun-tahun. Namun tidak dengan rayap. Dia adalah  “The real natural architect of the world”.
(Ibnu Sani).


EmoticonEmoticon