Dikotomi Klasik dan Kenetralan Moneter

           Dikotomi (Dicotome) adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa latin Dicotome yang artinya adalah dibagi dua. Dikotomi dalam ilmu ekonomi sendiri mengacu pada pembagian variabel-veriabel pada makroekonomi menjadi dua bagian, yaitu Variabel Riil dan Variabel Nominal. Teori dikotomi ini dikemukakan oleh Filsuf sekaligus ekonom Amerika David Hume. Dia beranggapan bahwa variabel-variabel dalam makroekonomi tidak memiliki pengaruh yang sama akibat adanya kenaikan harga-harga atau inflasi. Ada variabel yang berubah saat dipengaruhi oleh tingkat inflasi, yaitu variabel nominal, sedangkan variabel yang bebas dari pengaruh inflasi adalah variabel riil.

Variabel riil artinya bahwa ketika ada inflasi nilainya akan tetap sama. Yang termasuk variabel riil adalah Tenaga kerja, Modal Alam, Upah riil, PDB riil, Tingkat suku bunga riil, lifeskill(modal manusia). Sedangkan variabel nominal adalah PDB Nominal, suku bunga nominal, upah nominal.

Teori yang dikemukakan Hume ini pun menjadi landasan teori kenetralan moneter.  
Kenetralan Moneter yaitu sebuah teori yang menyatakan bahwa dampak dari bertambahnya uang yang beredar hanya untuk variabel nominal. Dengan bertambahnya jumlah uang yang beredar akan menejadi pemicu inflasi. Saat terjadi inflasi perekonomian secara keseluruhan akan sama seperti sebelum terjadi inflasi karena kenaikan pada salah satu variabel nominal akan diikuti oleh variabel nominal yang lain. Contoh: Kita berbicara tentang satuan panjang, yaitu centimeter dan inchi. Kita ketahui bahwa 1 inchi itu sama dengan 2,45 cm. Sekarang anda mengukur kaki anda, dan anda ketahui bahwa kaki anda panjangnya 30 cm maka ini sama dengan 12,25 inchi. Suatu ketika standar internasional diubah, yaitu konversi dari inchi ke cm tidak lagi 2,45cm/inchi melainkan 2 cm/inchi. Otomatis ukuran untuk panjang kaki yang anda ukur dengan satuan inchi akan berubah. Yang awalnya 12,25 inchi menjadi 15 inchi. Namun, satu hal yang wajib diketahui. Apakah kaki anda secara fisik memanjang??? Jawabnya tidak. Secara fisik kaki anda akan tetap walaupun secara ukuran kaki anda menjadi lebih panjang 3 inchi.
Dari contoh diatas dapat kita analogikan dengan variabel-variabel ekonomi. Ukuran panjang cm dan inchi merupakan variabel nominal sedangkan panjang fisik kaki anda adalah variabel riil yang tidak dipengaruhi oleh perubahan standar internasional tentang konversi ukuran cm-inchi.

Mungkin kita dapat melihat contoh yang lebih riil di kehidupan nyata. Misalkan anda memiliki gaji 1 jt per bulan. Dengan uang 1 jt anda dapat menukarkan gaji anda tersebut dengan 100 kg beras. Suatu ketika jumlah uang yang beredar meningkat sehingga akan menyebabkan inflasi. Sehingga harga beras pun juga ikut naik dari 1 jt per 100 kg menjadi 1,2 jt per 100 kg. Namun, dengan adanya regulasi pemerintah yang mewajibkan perusahaan menaikkan gaji anda menjadi 1,2 jt. Mungkin anda berpikiran bahwa gaji andan naik, anda merasa lebih kaya dan dapat membeli lebih banyak barang. Namun, kenyataanya anda tetap hanya bisa membeli beras sebanyak 100kg tidak lebih. Hal ini dapat menggambarkan efek dari kenetralan moneter. Upah nominal anda mungkin naik dari 1 jt menjadi 1,2 jt. Namun, upah riil anda tetap yaitu sebesar 100 kg beras.

Namun, dalam kehidupan nyata kenetralan moneter tidak dapat diterapkan sepenuhnya, khususnya dalam jangka pendek. Seperti contoh diatas perihal konversi ukuran dari 2,45 cm/inchi. Dalam jangka panjang mungkin masyarakat tidak akan masalah dengan perubahan konversi ini. Namun, dalam jan
gka pendek masyarakat pasti akan kebingunan dengan perubahan konversi ini. Hal ini disebabkan oleh belum terbiasanya masyarakat dengan konversi yang baru, belum ditambah lagi dengan label-label ukuran barang lama yang belum mengikuti sistem konversi yang baru. Maka dapat dikatakan bahwa perubahan konversi ini dalam waktu singkat akan menimbulkan kekacauan. Hal ini sama halnya dengan kenaikan gaji. Dalam jangka pendek masyarakat belum menyadari bahwa mereka sesungguhnya tidak mendapat kenaikan gaji. Hal ini menyebabkan masyarakat merasa lebih kaya dan ingin membelanjakan uangnya lebih banyak sebelum akhirnya mereka menyadari bahwa gaji yang mereka dapat sama seperti sebelum terjadi kenaikan harga.

Kesimpulan yang dapat diambil dari materi diatas adalah bahwa perekonomian jangka pendek berbeda dengan jangka panjang. Dalam jangka pendek perekonomian cenderung lebih mudah berfluktuasi dai pada jangka panjang yang relatif stabil. Hal ini sama dengan teori ekonomi modern yang dicetuskan oleh John Maynad Keynes


EmoticonEmoticon