Hatiku Berlabuh di Pangkalpinang

Hatiku Berlabuh di Pangkalpinang





Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.– Laskar Pelangi
Sepenggal kalimat yang aku kutip dari novel fenomenal “Laskar Pelangi”. Laskar pelangi, sebuah kisah fiktif karangan Andrea Hirata yang mengambarkan bagaimana kehidupan masa kecilnya di kampung halaman di daerah Gantung, Pulau Belitung. Saat itu, aku masih kelas 5 SD ketika membuka lembar demi lembar halaman novel tersebut. Saat membaca tiap bait kisah yang tertulis dalam novel, aku membayangkan bahwa aku yang menjadi sosok Ikal, tokoh utama dari Rainbow Troops. Penggambaran kisah yang bagus membuatku bisa merasakan kehidupan di sana. Ketenaran novel “Laskar Pelangi” dan animo para pembaca membuat novel tersebut diangkat ke layar lebar. Dari film “Laskar Pelangi” tergambar keindahan daerah Bangka Belitung.
Tahun 2016 adalah tahun terakhirku duduk di bangku perkuliahan. Sebagai mahasiswa di sekolah kedinasan, Praktik kerja lapangan adalah salah satu syarat untuk lulus. Salah satu teman menawarkan sebuah tawaran yang mungkin adalah sebuah anugerah. Dia mengajakku untuk PKL di rumahnya yang terletak di Kota Pangkalpinang. Setelah mendengar Kota Pangkalpinang, langsung terbesit di pikiranku kisah sang laskar pelangi. Sebuah pilihan yang mungkin bisa dikatakan sulit bagiku, karena harus memilih apakah PKL di tempat tinggalku di daerah Kediri atau berkunjung ke tempat yang dulu hanya menjadi imajinasi masa kecilku. Akhirnya aku memilih Bangka sebagai tempatku singgah. Walaupun harus pergi ke tempat yang berjarak 1000 KM lebih dari rumah, hijrah ke tempat yang baru akan memberikan banyak pengalaman yang berharga.
Beradaptasi dengan lingkungan baru mungkin sudah tidak asing bagiku, tetapi berinteraksi dengan masyarakat yang mayoritas memiliki suku dan budaya yang berbeda tetap menjadi tantangan tersendiri. Saat awal tiba di Pangkalpinang aku merasakan satu gejala yang sering disebut sebagai Culture Lag. Saat tiba di bandara Depati Amir Pangkalpinang, aku melihat semua orang yang ada di sana berbicara dengan bahasa yang aku tidak paham maknanya. Dengan logat khas melayu, mereka berkomunikasi dengan lihai satu sama lain.
            Tidak terasa hampir satu bulan aku hidup di sini. Aku mulai bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Selama di Pangkalpinang aku terus berkeliling untuk mengetahui lebih dalam bagaimana kehidupan orang Bangka. Setelah satu bulan menyusuri sudut kota, Pangkalpinang menyimpan sejuta kearifan lokal yang tersembunyi di dalamnya. Awalnya, di pikiranku Pangkalpinang hanya kota kecil yang jauh dari nuansa kesibukan manusia. Tetapi, setelah menyusuri setiap sudut kota ini, banyak hal yang dapat aku ceritakan kepada orang – orang tentang kota ini.
Keberagaman Masyarakat
            Hal pertama yang ingin aku ceritakan adalah tentang masyarakat yang ada di sini. Melihat kehidupan masyarakat Pangkalpinang langsung terbesit di pikiranku kalimat “Bhineka Tunggal Ika”. Semboyan itu memang sudah lama digaungkan. Tetapi, baru kali ini aku merasakan hidup di lingkungan yang tersirat dalam semboyan tersebut. Masyarakat Pangkalpinang terdiri dari beragam etnis. Namun, semua  melebur menjadi sebuah harmoni. Sebuah pengalaman spiritual aku alami ketika melihat masjid, gereja, kelenteng, dan vihara berdiri berdampingan dalam satu kota. Aku melihat kemegahan masjid jami’ sebagai simbol peradaban muslim, kokohnya gereja katedral St. Yosef sebagai lambang kedamaian umat kristiani, keindahan  kelenteng dan vihara sebagai lambang kemakmuran umat budha dan kong hu cu. Semua itu berpadu menjadi satu. Kesatuan dalam keragaman yang tidak aku rasakan di daerah asalku.
            Keramahan masyarakat, itulah hal berikutnya yang aku rasakan selama aku tinggal di sini. Masyarakat Pangkalpinang sangat menerima kehadiran orang-orang baru sepertiku. Para pendatang diterima layaknya mereka adalah orang asli Pangkalpinang. Selama satu bulan magang aku banyak belajar dari Bapak/Ibu pegawai yang merupakan penduduk asli Pangkalpinang.
 Wisata Kuliner
            Salah satu hal yang dicari oleh para pelancong adalah makanan khas yang ada di daerah tersebut. Selama di Pangkalpinang aku pun menyempatkan waktu berburu makanan khas yang ada di Bangka.
    The one and only makanan pertama yang aku cari adalah martabak. Di Jakarta, aku sering melihat penjual martabak yang melabeli jualan mereka dengan nama “Martabak Bangka”. Sesampainya di Pangkalpinang, aku langsung mencari kenikmatan martabak dari tempat asalnya berada. Banyak penjual martabak yang dapat kita temui di pinggir jalan. Tetapi, dari sekian banyak penjual, ada satu penjual martabak yang kata masyarakat setempat paling terkenal, yaitu Martabak Acau 89. Rasa memang tidak pernah berbohong, kenikmatan martabak asli di tempatnya memang jauh berbeda dengan martabak yang di jual di luar Bangka.
            Makanan kedua yang aku cicipi di Pangkalpinang adalah otak-otak. Otak-otak adalah makanan olahan yang berbahan dasar ikan. Dimakan dengan kuah cuka dan sambal khas warga Bangka, otak-otak memberikan kenikmatan tersendiri bagi para pecinta kuliner, khususnya kuliner ikan. Di Pangkalpinang sendiri tidak sulit bagi pelancong untuk menemukan rumah makan yang menjual otak-otak. Seperti martabak, ada satu penjual otak-otak yang juga paling terkenal, yaitu otak-otak “Amui”. Konon kata masyarakat setempat, otak-otak “Amui” adalah penjual otak-otak pertama di Pangkalpinang.
Menikmati lezatnya otak-otak Amui
            Warkop (warung kopi) adalah sebutan yang lebih populer untuk tempat ini. Kopitiam, orang Bangka menyebutnya, adalah tempat untuk kita menikmati seduhan kopi khas Bangka. Di Pangkalpinang, terdapat banyak kopitiam yang dapat dikunjungi oleh pecinta kopi. Kopitiam yang ada di Pangkalpinang tidak seperti warkop yang mungkin ada di pikiran kita. Kopitiam disini menyediakan tempat yang benar-benar cozy untuk para pemuda berkumpul bersama teman-teman, baik untuk minum kopi dan makanan yang ada ataupun hanya sekedar untuk meet up.
Tempat Wisata
Walaupun statusnya sebagai kota madya, Pangkalpinang tidak seperti kebanyakan kota yang hanya dipadati oleh kendaraan. Pangkalpinang memiliki tempat wisata yang dapat memberikan hiburan kepada masyarakat yang tinggal disana.
1. Museum Timah
            Seperti namanya, museum ini adalah tempat untuk melihat hasil olahan atau kerajinan dari timah. Bangka Belitung memang terkenal dengan hasil timah yang melimpah dan berkualitas tinggi. Museum timah Pangkalpinang adalah museum timah pertama di Indonesia bahkan di Asia. Museum ini menyimpan banyak sejarah, salah satunya adalah sebagai salah satu tempat perjanjian Roem-Royen dilaksanakan. Di museum ini kita belajar mengenai segala tentang timah,  hasil olahan, hingga perkembangan pertambangan timah di Bangka Belitung. Lokasi  dari museum ini sangat mudah dijangkau. Museum timah terletak di Jl Ahmad Yani, Batin Tikal, Taman Sari, tidak jauh dari alun-alun kota Pangkalpinang. Bagi pengunjung yang ingin mengunjungi museum ini tidak perlu khawatir dengan biaya masuk karena kita tidak perlu merogoh kocek sepeser pun untuk masuk ke museum Timah.
2. Bangka Botanical Garden
            Dimana lagi terdapat ruang hijau publik di tengah kota yang dapat dinikmati oleh masyarakat banyak selain di Pangkalpinang. Bangka Botanical Garden nama dari kawasan yang menyediakan suasana hutan tengah kota nan asri serta memikat hati. Ketika masuk kawasan BBG aku langsung disambut oleh rindangnya pohon cemara laut yang berjejer di sepanjang jalan masuk. Ada juga danau buatan di tengah kawasan BBG yang menambah kesan alami. Di danau tersebut kita dapat bermain canoe atau hanya sekedar duduk-duduk di tepian danau. Selain menyuguhkan suasana asri nan damai, BBG juga menyajikan berbagai makanan dan minuman hasil olahan dari pengelola BBG, misal buah naga dan susu sapi murni. Sehingga kita dapat menikmati hasil olahan makanan dan minuman langsung di tempatnya. Dibalik indahnya kawasan BBG, ternyata ada kisah dibalik pendirian BBG. Aku cukup terkejut ketika mengetahui bahwa sebelum dibangun menjadi BBG, kawasan tersebut adalah tanah tidak terpakai bekas tambang timah. Sungguh inovasi yang luar biasa bisa mengubah kawasan tidak produktif menjadi tempat wisata yang indah.
Pohon Cemara Laut menghiasi tepian jalan masuk BBG

3. Pantai Pasir Padi
            Tidak jauh dari lokasi BBG terdapat wisata lain yang dapat menyempurnakan perjalananku keliling Pangkalpinang. Beranjak dari BBG dan menempuh perjalanan sekitar 15 menit ke arah timur, kita dapat sampai di salah satu pantai terindah di Pulau Bangka. Pantai Pasir Padi, itulah nama pantai yang terletak di pinggiran kota Pangkalpinang. Keberadaan Pantai Pasir Padi melengkapi perjalanan wisatawan yang ingin berkeliling mengunjungi tempat wisata di Pangkalpinang. Setelah berkunjung ke BBG aku langsung ke Pantai Pasir Padi karena letaknya yang tidak terlalu jauh. Sesampainya di sana, suasana khas pantai menyambutku. Semilir angin perlahan menghempas, deraian ombak yang tidak terlalu tinggi silih berganti menyapu pasir pantai. Pantai ini adalah tempat yang cocok untuk kita yang ingin melepas penat setelah sehari penuh bekerja. Seperti tempat wisata yang lain, tidak perlu merogoh dompet terlalu dalam untuk dapat menikmati keindahan pantai ini. Cukup dengan membayar Rp10.000 kita sudah dapat bersantai di tepi pantai bersama teman atau pun orang yang kita cinta.  

Suasana Senja di Pantai Pasir Padi
Aksesibilitas Jaringan dan Tempat Hiburan
            Satu hal yang ada di pikiran para pelancong adalah masalah koneksi jaringan, apalagi di era digital dan media sosial ini. Hal tersebut juga menghantui pikiranku. Aku berpikir bahwa sinyal kuat dari jaringan LTE atau bahkan 3G tidak akan ada di Pangkalpinang. Tetapi setelah tiba di kota ini ternyata hampir seluruh daerah di Pangkalpinang sudah ter-cover  jaringan 3G untuk semua provider. Kabar baik lainnya adalah salah satu provider telah memberikan akses penuh jaringan 4G LTE di kota ini. Jadi, bagi para wisatawan tidak perlu khawatir untuk kehilangan jejak selama berlibur di Kota Pangkalpinang. Kalian tetap bisa eksis selama tinggal di Pangkalpinang.
Gedung Bioskop BES Cinema
            Bagi pecinta film, jangan khawatir untuk ketinggalan film terbaru kesayangan kalian. Di Pangkalpinang juga terdapat gedung bioskop yang selalu memutar film tiap harinya. BES Cinema, itulah gedung bioskop kesayangan masyarakat Pangkalpinang. Tidak hanya film Indonesia tetapi juga film produksi asing diputar di bioskop ini. Jadi, bagi pecinta film jangan khawatir kudet selama tinggal di Pangkalpinang.
Itulah beberapa hal yang dapat aku sampaikan perihal pangkalpinang. Sesungguhnya masih banyak hal yang belum aku ketahui tentang kota ini karena memang masih banyak kearifan lokal yang tersembunyi di kota ini. Salam Pangkalpinang!

1 comments:

ersedia guru dalam jumlah sangat banyak (Pangkalpinang). Testimoni dan harga terjangkau. Seleksi guru Anda sekarang. Saat mengirim pesan untuk tutor, tanyakan pengalaman. https://preply.com/id/Pangkalpinang/guru


EmoticonEmoticon