Suka Duka Kuliah di STAN - Kelebihan dan Kekurangan


           Hello guys... khususnya kalian yang masih SMA dan mau lulus serta bingung, Info-ChaCha hadir untuk memberi sedikit pencerahan kepada agan-sista semua ^_^
         
           Kali ini aku bakal cerita gimana sih rasanya kuliah di STAN, apa sisi positif dan negatifnya kampus ini. Aku bakal cerita sejauh apa yang aku dapat selama kuliah sampai 6 semester ini. Well, aku mulai aja ya dari yang Suka Cita kuliah di STAN.

SUKA CITA


1. Gratis Biaya Kuliah


          Yaps, salah satu alasan masyarakat memilih STAN sebagai kampus untuk tempat kuliah adalah gratis biaya kuliah. Bagaimana definisi gratis di sini? Gratis yang dimaksud di sini adalah GRATIS SEGALA BIAYA KULIAH. Jika di kebanyakan kampus mewajibkan mahasiswanya membayar uang gedung, uang SPP bulanan, dan uang iuran lain untuk keperluan kampus. Maka di STAN tidak ada biaya seperti itu.

Gratis di STAN tidak termasuk BUKU KULIAH. Buku kuliah menjadi tanggungan mahasiswa sendiri. Tetapi di STAN buku kuliah bukanlah menjadi beban. Kok bisa? Yaps, kebanyakan mahasiswa, hampir 95%, memilih untuk beli buku yang versi bajakan alias cap "foto copy". Harga dari buku versi bajakan tersebut rata - rata tidak lebih dari Rp 100.000/buku dan buku-buku tersebut tersedia dengan mudah di  fotokopi sekitar kampus.  
       Fakta unik yang ada di STAN adalah banyak mahasiswa yang tidak memiliki buku sama sekali. Lhoohhh!!!?? Kok bisa? Iya bisa, karena kebanyakan dosen di STAN memberi materi dari slide power point, jadi slide ppt menjadi bahan ajar primer di STAN. Maka dari itu tidak heran apabila satu kos-an hanya tersedia satu buku. Aku adalah salah satu contoh tersebut, di rumah kontrakan yang terdiri dari 4 orang, hanya satu orang yang membeli buku (itu pun buku fotokopi), alhasil satu buku tersebut buat bergantian tiap hari...ckckckck
       Eh,,, selain buku ada juga  biaya untuk ekstra kulikuler mahasiswa, apakah besar biayanya? Tidak! biaya yang harus dibayar oleh tiap mahasiswa adalah sebesar Rp500-800 untuk tiga tahun kuliah. So, kalian hanya perlu bayar biaya tersebut sekali saja pas waktu daftar ulang. Namun, biaya tersebut tidak mutlak, bagi mahasiswa yang tidak sanggup membayar maka dapat mengajukan keringanan.

2. Lulus langsung jadi PNS

     Inilah faktor utama kenapa banyak siswa memilih STAN buat menjadi perguruan tinggi lanjutan mereka. Selama ini STAN memang masih menjadi sumber terbesar dari rekrutmen pegawai kementerian keuangan. Setiap lulusan dari STAN akan langsung menjadi CPNS di Kementerian Keuangan RI. FYI, gaji PNS di Kementerian Keuangan adalah yang paling tinggi diantara kementerian yang lain. Minimal gaji fresh graduate di Kementerian Keuangan adalah 5-6 juta.

3. Lingkungan yang Adaptable 

     Walaupun STAN letaknya di daerah sekitar ibu kota, lingkungan di STAN dapat dikatakan tidak terlalu memengaruhi prilaku mahasiswa STAN sendiri. Pergaulan pun dapat dikatakan masih sangat terjaga dari hal - hal negatif dan masih menjunjung tinggi norma agama. Jika dibandingkan daerah lain seperti Malang, Jogja, dan Surabaya, daerah Tangerang Selatan masih lebih baik dari pada daerah lain. ( Ini merupakan hasil pengalaman dan pengamatan saya, saya pernah tinggal di surabaya dan kuliah di malang. Jika ada kesalahan mohon koreksi). sangat dibatasi. Organisasi agama yang mengarah ke politik saja tidak diizinkan masuk ke STAN, apalagi mengarah ke terorisme.
Bahkan lingkungan di STAN juga mendukung untuk mengembangkan ilmu agama, jangan khawatir di STAN tidak ada aliran nyleneh apalagi mengarah ke terorisme.



4. Tidak Perlu Bingung dengan masalah KRS (Kartu Rencana Studi)

   
Bagi teman-teman mahasiswa pasti sudah sering mendengar istilah ini. KRS adalah kartu rencana studi yang digunakan sebagai acuan administrasi perkuliahan di awal semester. Setiap memasuki semester baru, para mahasiswa diwajibkan untuk mengisi KRS untuk mengetahui rencana perkuliahan selama satu semester ke depan. Terkadang banyak mahasiswa yang mengalami banyak hambatan ketika mengurus KRS, misal  tidak adanya dosen untuk dimintai tanda tangan persetujuan KRS.

Berbeda dengan kampus lain, istilah KRS tidak ada di STAN karena jadwal mata kuliah, jumlah sks, dan dosen yang mengajar sudah ditentukan oleh pihak STAN. Jadi mahasiswa tinggal masuk dan belajar seperti siswa SMA hehehe

5. Solidaritas yang tinggi antar sesama mahasiswa

    Rasa saling memiliki antar mahasiswa STAN dapat dikatakan sangat besar dan berbeda dengan kampus yang lain. Di kampus ini terdapat budaya menguatkan satu sama lain. Sesama anggota saling memberikan semangat agar bisa lulus dari STAN bersama-sama.


sumber: vkool.com
Di kampus ini terdapat sebuah tradisi yang biasa disebut "Tentir". Tentir adalah kegiatan belajar bersama dimana mahasiswa yang pandai memberikan penjelasan kepada mahasiswa yang kurang paham dalam pelajaran. Kegiatan ini sangatlah membantu bagi teman-teman yang memiliki kemampuan akademis yang kurang. kegiatan ini pasti rutin dilaksankan menjelang ujian UTS maupun UAS. 

Selain itu, solidaritas mahasiswa STAN sangatlah tinggi. Hal ini sudah ditanamkan sejak awal masuk. Pernah suatu kejadian salah satu mahasiswa kecelakaan dan harus operasi. Operasi itu membutuhkan dana 200 juta lebih. Ketika kabar penggalangan dana disebar di kalangan mahasiswa, kurang dari 12 jam dana sudah terkumpul lebih dari total yang dibutuhkan.
Tradisi "Tentir" mungkin tidak ditemukan disemua kampus baik swasta maupun negeri. 

Duka Cita



1. Ancaman DO kapanpun


Sumber: dosomething.org
        Syarat kelulusan yang banyak sekali jumlahnya seringkali memberatkan mahasiswa STAN. Ancaman DO akibat tidak terpenuhinya syarat kelulusan dapat terjadi kapanpun. Hampir setiap semester ada mahasiswa yang harus pulang ke kampung halaman karena tidak berhasil memenuhi syarat kelulusan. Salah satu syarat yang banyak membuat mahasiswa gugur adalah memperoleh nilai "D" di mata kuliah tertentu dan memperoleh IP kurang dari 2,7. Syarat-syarat tersebut seringkali membuat mahasiswa kewalahan untuk dapat "survive" di STAN.

2. Kebebasan untuk mengeksplor yang terbatas

   
        Duka cita yang kedua ini mungkin berhubungan dengan duka cita yang pertama. Ancaman DO yang menghantui mahasiswa STAN membuat kreatifitas mahasiswa menjadi tidak optimal. Jika di kampus lain mahasiswa menegikuti elkam hingga larut malam dan pergi ke luar kampus untuk mengikuti perlombaan antar kampus hingga berminggu - minggu. Maka berbeda di STAN, elemen kampus belum bisa bergerak bebas seperti di kampus perguruan tinggi lainnya. Banyak mahasiswa yang ingin mengembangkan softkill dengan mengikuti banyak kegiatan non-akademis. Tetapi, ketidakmampuan memanajemen waktu membuat mereka harus tumbang ketika melawan kerasnya badai di STAN.



3. Masa depan yang sudah dibeli oleh negara

  Seperti uraian sebelumnya, lulusan kampus STAN akan langsung direkrut menjadi PNS Kementerian Keuangan dan instansi lain. Dengan kata lain lulusan STAN sudah terikat kontrak dengan Kementerian Keuangan. Apa konsekuensinya? 
Sumber: Sandiiswahyudi.com

 Konsekuensinya adalah kita harus siap ditempatkan dimana saja ketika kita kerja nanti. Di sini lah terkadang lulusan STAN mengalami kepanikan karena beberapa ada yang belum siap ditempatkan di pelosok negeri ini. Ketika kita telah memilih STAN, kita harus mulai belajar membaca peta Indonesia. Kalian akan segera mengenal kota Tahuna, Atambua, Fak-fak, dll.




4. Liburan yang singkat

     Ketika kalian  memilih STAN menjadi tempat kuliah kalian, jangan berharap bisa berlibur 1-2 bulan. Libur semester maupun libur hari raya hanya berkisar 2 minggu. sehingga untuk teman-teman perantauan yang berasal dari luar pulau jawa, alias jauh dari kota Jakarta, banyak yang tidak pulang dan menghabiskan waktu libur di kota perantauan. 
Selain waktu libur yang singkat, tanggal libur pun juga berbeda dengan mayoritas kampus lain. Sehingga, ketika mahasiswa pulang kampung dapat dipastikan mereka liburan sendiri di rumah karena memang teman-teman dari kampus lain sudah kembali menjalani rutinitas kuliah seperti biasa.

5. Aturan Perkuliahan

      Setiap kampus pasti memiliki aturan yang terkait perkuliahan, begitu juga STAN. Namun, ada beberapa aturan yang berbeda dengan kampus lain pada umumnya.

Pertama, aturan mengenai seragam. STAN mewajibkan mahasiswanya untuk menggunakan seragam sesuai ketentuan berdasarkan hari. Di STAN jangan berharap kalian bisa pamer fashion busana terkini. Hehe
Untuk yang modis dan fashionable pasti sedikit tidak diuntungkan dengan adanya aturan ini. Tapi, untuk mahasiswa yang stok pakainnya minim adanya aturan ini menjadi keuntungan. :-D
Sumber: ww.smaterpaduarrisalah.sch.id


Kedua, masalah jadwal kuliah. Selama tiga tahun kuliah di kampus ini, tidak ada istilah jadwal kuliah tetap dan teratur. Karena tidak ada sistem KRS, jadwal kuliah sudah ditentukan oleh pihak kampus. Perkuliahan sebenarnya wajib mengikuti jadwal yang telah diatur tersebut. Tapi, karena rata-rata dosen adalah pegawai aktif kementerian keuangan, jadwal kuliah yang telah disusun tidak berlaku lagi karena kesibukan para dosen. Sering mahasiswa sudah menunggu lama di kelas, tapi tau2 kuliah ditunda dan diganti di lain hari. Parahnya lagi, jadwal penggantinya kebanyakan hari sabtu. Jadi, hari libur pun harus rela dikorbankan.

Ketiga,aturan kehadiran minimal 80%. Di STAN kehadiran kurang dari 80% dapat menjadi salah satu hal yang dapat menyebabkan mahasiswa DO. Di STAN, tidak ada perbedaan perlakuan bagi mahasiswa yang alfa, izin, ataupun sakit. Jadi mau tidak mau mahasiswa "tidak boleh sakit" selama menjalani masa pendidikan.


Itulah suka duka serta kelebihan dan kekurangan kuliah di stan menurut aku. Itulah hal-hal yang saya alami selama tiga tahun kuliah di STAN. Semoga dapat memberi sedikit gambaran kepada teman-teman yang bimbang dalam memilih tempat kuliah. Apabila ada versi lain menurut teman-teman, silahkan komen dibawah yakk ^^

Arigatou Gozaimas :)

2 comments

Sulitkah masuk stan? Sainganya luarbiasakah?

Enakan kuliah di stan apa kuliah biasa?


EmoticonEmoticon