Bersama BNI, Menjadi Generasi Cerdas dan Bijak dalam Mengelola Keuangan



     Ada orang yang merasa tidak memiliki apa-apa setelah sekian tahun bekerja atau hanya memiliki sedikit tabungan di akhir tahun padahal gaji per bulan jutaan rupiah. Kenapa bisa terjadi? Apakah Anda salah satu orang yang mengalami hal tersebut?
       Di dunia ini, sukses tidak sepenuhnya bergantung pada seberapa besar penghasilan yang kita peroleh, namun lebih kepada bagaimana kita bisa mengelola penghasilan kita dengan baik dan mengalokasikan pengasilan kita ke hal yang produktif. Orang yang berpenghasilan puluhan juta bisa jadi tetap merasa kekurangan karena penghasilan yang diperoleh hanya “numpang lewat” saja dan tidak tahu untuk apa uang tersebut digunakan. Sebaliknya, orang yang berenghasilan pas-pasan mungkin dapat memiliki rumah atupun mobil dari hasil gaji yang mungkin tidak seberapa. Agar uang yang kita peroleh tidak hanya lewat begitu saja, perencanaan keuangan harus mulai dibuat dari sekarang. Apalagi bagi para remaja yang baru saja bekerja dan memperoleh gaji harus mulai belajar membuat perencaan keuangan dengan baik. Jangan sampai merasa menjadi Orang Kaya Baru (OKB) lantas membeli semua barang demi mementingkan tren dan kepuasan sesaat. 
      Merencanakan keuangan pribadi sebenarnya tidaklah sulit, apalagi di masa serba digital ini. Kita tidak perlu lagi repot membuat catatan keuangan di buku atupun datang ke bank untuk mencetak rekening koran demi mengetahui penerimaan dan pengeluaran kita. Lantas apa saja tips yang perlu dilakukan agar dapat mengelola keuangan dengan baik?


1.   Identifikasi sumber penghasilan dan berapa jumlahnya

Mengidentifikasi sumber penghasilan adalah hal pertama yang harus dilakukan. Dengan mengetahui sumber dan jumlah penghasilan yang kita peroleh, kita bisa menentukan berapa besar rencana belanja kita kelak. Untuk karyawan/pegawai, identifikasi penghasilan dan klasifikasikan menjadi pos pendapatan tetap dan tidak tetap. Pendapatan tidak tetap dapat berupa uang lembur, dinas luar, atau mungkin penghasilan dari usaha sampingan. Bagi Wiraswasta, identifikasi penghasilan dapat dilakukan dengan menetapkan target penjualan selama satu bulan atau dapat juga membuat rata-rata pendapatan yang sering diperoleh tiap bulan.

2.       Susun Pos Anggaran Belanja

Setelah mengetahui berapa besarnya penghasilan kita, kita menyusun anggaran belanja sesuai penghasilan yang kita peroleh. Perlu diperahatikan, susunlah anggaran belanja sesuai dengan KEBUTUHAN bukan KEINGINAN. Hal tersebut perlu dilakukan karena terkadang kita memprioritaskan apa yang kita ingin beli, sehingga barang-barang yang kita butuhkan tidak terbeli karena uang yang kita miliki telah habis digunakan untuk membeli barang yang mungkin tidak begitu kita butuhkan.
Untuk menyusun pos anggaran, susun pengeluaran menjadi beberapa kategori. Misal kelompok pengeluaran rutin, pengeluaran mendadak, sedekah, pengeluaran untuk have fun, dll. Kemudian, tentukan besaran setiap pos nya. Misal untuk pengeluaran rutin dialokasikan sebesar 40-50%, keperluan mendadak 10%, dst.  Setiap orang mungkin tidak sama, karena kebutuhan tiap orang berbeda-beda. Namun, yang terpenting adalah kita dapat mengalokasikan pengeluaran sesuai apa yang kita butuhkan.
 
3.       Sisihkan uang untuk investasi dan tujuan jangka panjang

 Hidup tidak sekedar hari ini dan kemarin, tetapi juga ada hari esok. Dalam membuat perencanaan keuangan jangan lupa untuk menyisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk tabungan atau investasi. Kita pasti memiliki tujuan jangka panjang dalam hidup kita. Misal menikah, menunaikan ibadah haji, atau liburan ke luar negeri. Investasi diperlukan untuk mewujudkan tujuan jangka panjang kita. Pilihan berinvestasi saat ini sangatlah beragam dan sangat mudah. Mulai dari saham, emas, bahkan sektor properti pun dapat menjadi alternatif investasi untuk semua kalangan masyarakat. Kita harus memanfaatkan kemudahan investasi ini. Besarnya alokasi untuk investasi beragam, tergantung dari kebutuhan masing-masing individu. Pada umumnya, alokasi untuk investasi dan tabungan sebesar 10-20% dari total penghasilan kita.


4.       Kerjakan rencana yang telah dibuat dengan baik dan disiplin


Masalah yang sering terjadi dalam hal perencaanaan keuangan adalah melesetnya rencana yang kita buat. Rencana keuangan yang kita susun tidak akan efektif apabila kita tidak disiplin dalam menjalankannya. Kita harus menaati apa yang telah kita buat. Jangan sampai rasa malas atau perasaan “ribet” menjadikan kita tidak menjalankan semua yang telah kita rencanakan. Evaluasi tiap akhir bulan juga diperlukan untuk menilai apakah rencana keuangan yang kita susun sudah sesuai dengan kebutuhan hidup kita. Koreksi bisa saja dilakukan apabila kita menilai rencana keuangan kita kurang relevan.

      Itulah beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengelola keuangan pribadi kita. Bagi anda yang belum pernah membuat rencana keuangan, jangan khawatir karena di era digital sekarang ini banyak aplikasi yang dapat membantu kita untuk menyusun rencana keuangan dengan  mudah. Bagi anda para nasabah BNI, anda patut berbahagia karena BNI menyediakan fasilitas perencanaan pengelolaan keuangan yang dapat dengan mudah digunakan. Menu perencanaan keuangan ini terdapat pada layanan Internet Banking BNI. Jadi untuk nasabah yang ingin menggunakan menu perencanaan keuangan, harus mengaktifkan fitur internet banking terlebih dahulu. Lantas apa saja menu yang ada di fitur perencaan keuangan ini?



1.       Pengaturan Anggaran
Menu ini menyediakan kemudahan kepada kita untuk mengatur anggaran pendapat dan belanja. Kita dapat mengatur anggaran sesuai kebutuhan. Untuk memulai merencanakan anggaran, kita masuk ke menu “Pengelolaan Finansial Pribadi” lalu pilih menu “Atur Ketegori”. Di menu atur Kategori kita dapat mengisi pos-pos anggaran baik berupa pendapatan atau pengeluaran. Untuk mengisi anggaran pendapatan, pilih menu Pendapatan. Kemudian beri nama kategori pendapatan tersebut, misal: "Gaji Bulanan". Untuk anda yang memiliki usaha sampingan, anda dapat menambahkan kategori pendapatan yang lain, missal: "Gaji Tambahan". Selanjutnya, kita atur prioritas dari kategori yang kita buat. Pemberian prioritas berfungsi untuk mengatur kategori mana yang akan digunakan atau ditampilkan terlebih dahulu. Untuk penyusunan anggaran pengeluaran, langkahnya sama seperti penyusunan pendapatan. Kita hanya perlu memilih opsi “Pengeluaran” pada saat memilih kategori di awal. Setelah membuat kategori anggaran, langkah berikutnya adalah mengatur nominal tiap kategori anggaran. Misal, kita memiliki pendapatan tetap setiap bulan sebesar Rp4.000.000, maka kita atur jumlah nominal pada kategori “Gaji Bulanan” sebesar Rp4.000.000. Hal yang sama dapat dilakukan untuk kategori pengeluaran.
Ilustrasi 1 : Contoh Daftar Kategori Anggaran yang telah Dibuat


2.       Pengaturan Tujuan Keuangan (Rencana Masa Depan)
Pada menu ini kita dapat menentukan alokasi uang yang akan kita gunakan untuk rencana masa depan kita. Ada dua kelebihan yang dari menu Perencanaan Tujuan Keuangan BNI ini dibandingkan dengan fitur/aplikasi perencanaan keuangan yang lain. Pertama, pembuatan rekening afiliasi khusus. Ketika kita membuat rencana tujuan keuangan, kita akan mempunyai rekening afiliasi khusus yg akan menampung cadangan uang kita. Hal ini sangat membantu kita untuk memisahkan uang yang akan kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan uang untuk rencana masa depan kita. Seringkali tanpa disadari kita menggunakan uang simpanan kita untuk membeli sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana kita. Dengan adanya rekening afiliasi, kita dapat memastikan bahwa uang yang telah kita sisihkan dapat digunakan sesuai rencana. Kelebihan yang kedua, dengan fitur ini kita dapat menyisihkan uang yang telah dianggarkan secara otomatis tiap bulannya. Kita bisa menggunakan dua opsi rekening afiliasi, yaitu Taplus dan Tapenas.
Untuk rekening afiliasi BNI Taplus, kita perlu melakukan pengaturan transfer berulang saat pertama kali menggunakan sedangkan untuk Tapenas penyisihan dana sudah dilakukan secara otomatis setiap bulannya.

Ilustrasi 2.1 : Contoh Pilihan Tujuan Keuangan di Ibank BNI


Ilustrasi 2.2: Tujuan keuangan juga bisa dibuat secara manual sesuai rencana kita


3.       Laporan dan analisis keuangan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, evaluasi juga perlu dilakukan terhadap rencana keuangan yang telah kita susun. Salah satu menu yang ada di fitur pengelolaan keuangan BNI adalah laporan dan analisis keuangan. Menu tersebut dapat kita gunakan untuk proses evaluasi bulanan atas rencana keuangan yang telah kita buat. Menu ini menyediakan berbagai macam informasi dari aktivitas keuangan kita. Ada empat jenis laporan yang dapat kita lihat, yaitu diagram analisis anggaran, analisa arus kas, diagram pengeluaran-pemasukan batang, dan diagram analisa pengeluaran-pemasukan bulat. Dengan adanya menu ini, kita tidak perlu melihat satu per satu pemasukan dan pengeluaran kita selama satu bulan. Hanya perlu satu “klik” semua informasi sudah tersedia dengan lengkap.

Ilustrasi 3: Pilihan Laporan dan Analisis Keuangan



Nah, itu lah fitur pengelolaan finansial pribadi yang disediakan oleh Bank BNI untuk para nasabah. Jadi mudah kan mengelola keuangan pribadi kita? Kemudahan di era digital jangan kita sia-siakan, kita harus manfaatkannya dengan maksimal. Yuk, gunakan teknologi untuk merancang masa depan yang cemerlang. Salam Sukses!

 Cara Cerdas Kelola Keuanganmu #BNIFinancialplanner
Latest

2 comments

Sangat bermanfaat gan, ada biaya tambahan atau enggak ya kalau ngaktifin fitur ini ?

Nice post
Takdiribnu.blogspot.com


EmoticonEmoticon